Perhutani Kembangkan Objek Wisata Discovery of Forest

Tubankab - Satu lagi tempat wisata di wilayah Kabupaten Tuban yang saat ini tengah dikembangkan oleh Perum Perhutani Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kebonharjo Kabupaten Tuban, yaitu Discovery of Forest atau yang juga biasa dikenal dengan sebutan rumah pohon TPK Jatirogo.

“Kalau di Lamongan ada WBL, di Jatirogo ada Discovery of Forest,” ungkap Administratur pada KPH Kebonharjo Riyanto Yudotomo kepada reporter tubankab.go.id di lokasi, Jumat (03/08).

Riyanto, begitu panggilan akrabnya mengatakan, sebelum dibuka menjadi objek wisata seperti sekarang ini, tempat tersebut dahulunya adalah bekas tempat penimbunan kayu (TPK) Jatirogo. Dikarenakan untuk efisiensi perusahaan, lanjut Riyanto, pada awal 2017 objek wisata tersebut mulai dirintis dengan beberapa wahana di dalamnya. “Objek wisata ini masih dalam status rintisan wisata,” tegas Riyanto.

Selain itu, Riyanto melanjutkan, dalam pembentukan awalnya objek wisata ini untuk pengamanan aset perusahaan. “Aset yang luasnya 19,4 hektare ini harus diamankan, kalau tidak, akan diduduki oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan tidak baik untuk perusahaan,” jelasnya.

Untuk mengembangkan objek wisata ini, pihaknya mengaku bekerja sama dengan investor lokal di Kabupaten Tuban. Terkait dengan pembangunan awal, pihaknya mengaku membuat pagar untuk menutup lokasi wisata tersebut terlebih. “Salah satunya adalah dengan membangun 30 toko sekaligus sebagai pagar penutup lokasi,” ucapnya.

Dengan memanfaatkan rumah dinas TPK yang kosong, pihaknya juga mengaku menyulap rumah dinas tersebut menjadi sebuah kafe yang nyaman di bawah rindangnya pohon trembesi. Selain itu, lanjut Riyanto, terdapat juga dua rumah pohon di wisata ini. “Rumah pohon ini, salah satu yang terbesar di Jawa Tengah,” ungkapnya.

Selain objek wahana tersebut, juga terdapat objek wahana lainnya dalam Discovery of Forest ini, antara lain, lanjut Riyanto adalah Amoba untuk pendakian (climbing), arena permainan untuk anak-anak, lapangan futsal, arena sepatu roda, tempat selfie, dan prasasti yang dibuat untuk pohon trembesi.

Konsep dari objek wisata ini, lanjut Riyanto adalah sebagai taman rekreasi keluarga. Selain itu, pada awal Ramadan tepatnya Mei kemarin, pihaknya juga mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Tuban, untuk menjadikan Discovery of Forest ini salah satu objek wisata unggulan di Kabupaten Tuban. “Walaupun ini masuk wisata rintisan Jawa Tengah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Riyanto menjelaskan bahwa objek wisata Discovery of Forest ini, termasuk wisata rintisan Jawa Tengah, dikarenakan masuk dalam wilayah KPH Kebonharjo yang meliputi Kabupaten Rembang, Blora, dan Tuban. “Dalam objek wisata ini, terdapat beberapa jenis pohon, seperti pohon jati, mahoni dan trembesi yang mempunyai umur ratusan tahun,” jelas Riyanto.

Terkait pengembangan wisata ini ke depannya, Riyanto mengaku bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan salah satu investor menggarap objek wisata ini agar bisa menjadi tempat tujuan rekreasi di Kabupaten Tuban.

“Discovery of Forest nantinya terdapat kolam renang serta water boom di dalam lokasi, insya Allah mulai dirintis akhir tahun ini,” ujarnya.

Sedangkan untuk total pengunjung rata-rata setiap bulannya, dikatakan Riyanto, bisa mencapai 1.300 orang. “Dan ketika akhir pekan ataupun musim liburan telah tiba, bisa mencapai 200 sampai 300 pengunjung setiap harinya,” terangnya.

Dikarenakan saat ini yang masih dalam status wisata rintisan, pihak KPH Kebonharjo hanya mengenakan uang kebersihan saja untuk dapat masuk objek wisata ini. “Hanya Rp.2.000 per orang,” ungkap Riyanto.

Ia menginformasikan kepada masyarakat Tuban pada umumnya, dan Jatirogo pada khususnya bahwa Perhutani hadir di tengah-tengah masyarakat dengan objek wisata Discovery of Forest. “Dan di sini, siapapun investornya kami siap bekerja sama,” pungkas Riyanto.

Source: tubankan.go.id

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)